Analisis Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Badan pada Koperasi Karyawan Barata Tegal

Authors

  • Aiska Humaira Universitas Harkat Negeri Author
  • Asrofi Langgeng Noerman Syah Universitas Harkat Negeri Author
  • Fitri Amaliyah Universitas Harkat Negeri Author

DOI:

https://doi.org/10.69714/n2jdfc03

Keywords:

Commercial Profit, Corporate Income Tax (CIT), Fiscal Profit, Fiscal Reconciliation

Abstract

In 2025, Koperasi Karyawan Barata Tegal still uses commercial profit as the basis for calculating corporate income tax without first performing a fiscal reconciliation. In fact, several accounts in its financial statements require adjustments, such as building rental income and interest on savings that have already been subject to final income tax, other income in the form of grants from affiliated companies, non-deductible qurban expenses and contributions, as well as inventory depreciation rates that do not yet comply with Minister of Finance Regulation No. 72 of 2023. The objective of this study is to determine the correct calculation of corporate income tax in accordance with fiscal regulations. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review, then analyzed using descriptive quantitative methods, involving the following stages: identification of commercial profit, review of the cooperative’s corporate income tax calculation, preparation of a fiscal reconciliation, and calculation of the corporate income tax due after reconciliation. The analysis results show that the corporate income tax due based on tax regulations is Rp1,001,220, while the cooperative’s calculation yields Rp2,924,460, resulting in a difference of Rp1,923,240. This discrepancy indicates a calculation error that caused the cooperative to pay more tax than it was obligated to, and it could potentially lead to issues during a tax audit because the amount does not align with the financial statements resulting from the reconciliation.

References

Mardiasmo, Perpajakan Edisi 2019. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2019.

T. Ferdian, “Patuh Pajak, Dipaksa atau Sukarela?,” pajak.go.id. Accessed: May 05, 2026. [Online]. Available: https://pajak.go.id/id/artikel/patuh-pajak-dipaksa-atau-sukarela

C. C. Putri and R. G. Suci, “Analisis Perhitungan dan Pelaporan Pajak Penghasilan Badan Pasal 25 Pada PT XYZ,” J. Ekon., vol. 11, no. 2, 2024.

J. T. Homy, P. H. Widjaja, and Henny, “Analisis Perhitungan Pajak Penghasilan Badan Pada Koperasi ABC Tahun 2019,” J. Multiparadigma Akunt., vol. IV, no. 4, pp. 1905–1914, 2022.

T. A. P. S. Putra, S. Ikhsan, and A. N. Rahmawati, “Model Perencanaan Pajak Penghasilan Badan pada Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung,” Accounthink J. Account. Financ., vol. 7, no. 1, pp. 14–28, 2022.

Indonesia, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. 2021.

A. Salindeho, “Analisis Koreksi Fiskal dalam Perhitungan Pajak,” Jambura Agribus. J., vol. 3, no. 2, pp. 76–86, 2022, doi: 10.37046/jaj.v3i2.13502.

Indonesia, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. 1992.

D. Burhanudin and C. Trisnalianti, “Koreksi Fiskal Laporan Keuangan Koperasi dalam Menentukan Pajak Penghasilan Badan Terutang,” J-Coop J. Co-op., vol. 1, no. 2, pp. 231–236, 2025.

A. Hermawan and P. H. Widjaja, “Analisis Rekonsiliasi Fiskal terhadap Laporan Keuangan Komersial pada PT. XXX Tahun 2019,” J. Multiparadigma Akunt., vol. 3, no. 2, pp. 784–793, 2021.

Indonesia, Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. 2008.

Indonesia, Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), vol. 2000. Indonesia, 2007.

M. Ariffin and T. H. Sitabuana, “Sistem Perpajakan di Indonesia,” Pros. SERINA IV 2022, vol. 2, no. 1, pp. 523–534, 2022.

Indonesia, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. 2022.

S. Agoes and E. Trisnawati, Akuntansi Perpajakan Edisi 3, 3rd edn.,. Jakarta: Salemba Empat, 2023.

Indonesia, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 93 Tahun 2010 tentang Sumbangan Penanggulangan Bencana Nasional Sumbangan Penelitian Dan Pengembangan Sumbangan Fasilitas Pendidikan Sumbangan Pembinaan Olah Raga Dan Biaya Pembangunan Infrastruktur Sosial Yang Dapat Dikura. Indonesia, 2010.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 72 Tahun 2023 tentang Penyusutan Harta Berwujud Dan/Atau Amortisasi Harta Tak Berwujud. Indonesia, 2023.

M. Khaddafi, L. P. Kusuma, L. Ulfitri, and T. P. Azzahra, “Perbandingan Metode Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Arahan Ilmu Akuntansi,” J. Inov. Ekon. Syariah dan Akunt., vol. 2, no. 4, pp. 208–218, 2025.

M. Khaddafi, H. Wibowo, I. Safitri, S. A. Z. Nst, and V. A. Salsabila, “Analisis Penggunaan Metode Kuantitatif dan Kualitatif dalam Penelitian Akuntansi: Studi Literatur pada Jurnal Nasional Terakreditasi Analysis of the Use of Quantitative and Qualitative Methods in Accounting Research: A Literature Study of Accredited Nat,” JICN J. Intelek Cendikiawan Nusant., vol. 2, no. 3, pp. 4025–4031, 2025.

Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D, 2nd ed. Alfabeta, 2018.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 114 Tahun 2025 Tentang Perlakuan atas Bantuan atau Sumbangan Termasuk Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib, serta Harta Hibahan dalam Pajak Penghasilan. Indonesia, 2025.

L. Husain, S. Aminah, and P. Rahayu, “Strategies For Optimizing Corporate Income Tax In Sharia Cooperatives,” Al-Kharaj J. Islam. Econ. Bus., vol. 8, no. 2, pp. 4011–4021, 2026.

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

Analisis Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Badan pada Koperasi Karyawan Barata Tegal (Aiska Humaira, Asrofi Langgeng Noerman Syah, & Fitri Amaliyah, Trans.). (2026). Jurnal Ilmiah Akuntansi, 3(4), 51-62. https://doi.org/10.69714/n2jdfc03