Penerapan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Samarinda Ditinjau dari Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman
DOI:
https://doi.org/10.69714/hkqmwz26Keywords:
Diversion, Juvenile Criminal Justice System, Lawrence M. Friedman, Legal Structure, Legal Substance, Legal CultureAbstract
Diversion is a mechanism for resolving juvenile cases outside the criminal justice system that prioritizes restorative justice. This study aims to describe the application of diversion in the Juvenile Criminal Justice System in Indonesia and to analyze its challenges based on Lawrence M. Friedman’s Theory of Legal Systems, which encompasses legal structure, substance, and culture. The method used is empirical legal research with a juridical-empirical approach, conducted through interviews with law enforcement officials, observations, and a literature review, followed by qualitative analysis. The results show that the implementation of diversion in Indonesia has not been optimal, with a success rate of only about 7.63 percent of juvenile cases resolved through this mechanism between 2021 and 2024. The challenges in implementing diversion are influenced by three main elements of Friedman’s theory. Regarding legal structure, constraints include limited institutional capacity and human resources, a shortage of certified juvenile judges, a limited number of Probation Offices and Probation Officers, and suboptimal inter-agency coordination. Regarding legal substance, Law No. 11/2012 provides the legal basis; however, Article 7(2) limits diversion to criminal offenses carrying a sentence of less than seven years and non-repeat offenses, meaning not all juvenile cases can be resolved through restorative measures. In legal culture, the success of diversion is influenced by the awareness and understanding of the parties involved and the community, where there remains a stigma that justice can only be achieved through formal processes. This study concludes that the success of diversion is determined not only by legal rules but also, simultaneously, by the effectiveness of institutions and the support of legal culture.
References
[1] Ali, Zainuddin. Sosiologi Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2023.
[2] Braithwaite, John. Restorative Justice & Responsive Regulation. Berilustra. Oxford: Oxford University Press, 2002.
[3] Firmanto, T., Sufiarina, Reumi, F., dan Saleh, I. N. S. Metodologi Penelitian Hukum: Panduan Komprehensif Penulisan Ilmiah Bidang Hukum. PT Sonpedia Publishing Indonesia, 2024.
[4] Maidin Gultom. Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia. Bandung: Refika Aditama, 2008.
[5] Huraerah, Abu. Kekerasan terhadap Anak. Bandung: Nuansa Cendekia, 2018.
[6] Marlina. Peradilan Pidana Anak di Indonesia: Pengembangan Konsep Diversi dan Diversi. Bandung: Refika Aditama, 2009.
[7] Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
[8] Suyanto, Bagong. Masalah Sosial Anak. Jakarta: Kencana, 2013.
[9] Wahyuni, Fitri. Hukum Perlindungan Anak. Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2019.
[10] Yuwono, Ismantoro Dwi. Penerapan Hukum dalam Kasus Sistem peradilan anak terhadap Anak. Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2015.
[11] Zehr, Howard. The Little Book of Diversi. Pennsylvania: Good Books, 2015.
[12] Abadiyah, Y., dan Wibawa, I. “Diversi bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Kejahatan yang Jatuhan Pidananya di Atas 7 Tahun.” As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, Vol. 6, No. 3, 2024.
[13] Airlangga, Rendy, Kyagus Ramadhani, Yuvina Ariestanti, dan Adam Ardiansyah Ramadhan. “Ius Constituendum Diversi Terhadap Pengulangan Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak.” Jurnal Ius Constituendum, Vol. 8, No. 2, 2023.
[14] Amaliya, Nabila Salma, Saifullah, dan M. Aunul Hakim. “Peran DP3AP2KB Kota Blitar Dalam Upaya Perlindungan Anak Dari Kohabitasi Perspektif Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman dan Maqāṣid Sharī‘ah Imam Al-Shāṭibī.” Maqāṣid: Jurnal Studi Hukum Islam, Vol. 15, No. 1, 2025.
[15] Amanda, Selly Patria. "Penerapan Diversi Pada Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana di Indonesia." Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, Vol. 2, No. 1, Juli–Desember 2024.
[16] Batubara, Hirsan, Nurhayati, dan Azmiati Zuliah. “Perlindungan Hukum Bagi Korban Sistem peradilan anak dalam Penerapan Diversi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif dalam Sistem Peradilan Anak.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, Vol. 4, No. 10, 2025.
[17] Chandra, Tofik Yanuar. “Penerapan Restorative Justice Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia.” Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial 11, no. 1 (14 Mei 2023). https://doi.org/10.30868/am.v11i01.3827.
[18] Edin, Erwin, Afi Shofiana, dan Indra Jaya Indar. “The Effectiveness of Diversi in Resolving Juvenile Criminal Offenses in Indonesia.” HAKIM: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, Vol. 3, No. 1, 2025.
[19] Hariyanto, B. “Paradigma Baru Hukum Pidana melalui Keadilan Restoratif: Tinjauan Konseptual, Praktik, dan Relevansinya di Indonesia.” Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, Vol. 17, No. 2, 2026, hlm. 240–256.
[20] Jamaludin, Ahmad, dan Risti Dea Nuraeni. "Efektivitas Pelaksanaan Diversi dalam Penyelesaian Perkara Anak Pelaku Penganiayaan dan Pengeroyokan di Jawa Barat." JCIC: Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial, Vol. 7, No. 2, September 2025. DOI: https://doi.org/10.51486/jbo.v7i2.246.
[21] Lengkong, L. Y., Januar, I., & Ginting, J. K. (2024). Penerapan diversi dalam sistem peradilan pidana anak: Studi kasus di Pengadilan Negeri Tangerang. Honeste Vivere Journal, 34(2).
[22] Paradiaz, Rosania, Ayu Putriyana, Mawar Putri Octaviani, dan Dewi Noor Alida. “Implementasi Diversi dan Keadilan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia.” Jurnal Spektrum Hukum, Vol. 23, No. 1, April 2026. DOI: 10.56444/sh.
[23] Ramadhan, A., Kamarusdiana, dan Soefyanto. “Penyelesaian Kasus Tindak Pidana Anak Melalui Diversi Dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana Anak.” Journal of Legal Research, Vol. 3, No. 1, 2021.
[24] Rahmadani, K. D. A., Widyantara, I. M. M., & Karma, N. M. S. (2023). Kebijakan diversi dalam sistem peradilan pidana anak sebagai upaya pengalihan peradilan formal. Jurnal Analogi Hukum, 5(1).
[25] Rokhim, F., Sukarna, K., Triwati, A., & Saputri, R. (2025). Implementasi diversi pada penyidikan tindak pidana penganiayaan oleh anak. Journal Juridisch, 3(3). https://doi.org/10.26623/jj.v3i3.11412
[26] Rudijanto, Maria Natasha, Jessica Aurelia, Vivi Heniasy, dan Tundjung Herning Sitabuana. “Analisis Mengenai Hak Anak yang Menjadi Pelaku Sistem peradilan anak: Penerapan Diversi Perwujudan dari Diversi.” Jurnal Serina Sosial Humaniora, Vol. 1, No. 1, 2023.
[27] Setiawan, S., dan Prasetyo, B. “Implementasi Diversi terhadap Anak yang Menjadi Korban Sistem peradilan anak: Studi Kasus di PN Samarinda.” Badamai Law Journal, Vol. 10, No. 1, 2025.
[28] Sibuea, T. F., dan Setiyono. “Analisis Yuridis Mengenai Diversi sebagai Bentuk Penyelesaian Perkara Pidana Anak dalam Pendekatan Diversi.” MLJ Merdeka Law Journal, Vol. 4, No. 1, 2023.
[29] Sihombing, Lasmin Alfies. “Restorative Justice, Kejahatan, Hukuman, dan Peradilan Pidana: Sebuah Analisis Kesejarahan, Peluang dan Tantangan.” UNES Law Review 6, no. 3 (2024). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1777.
[30] Syafii, A. “Implementasi Diversi dalam Penanganan Tindak Pidana Anak: Studi Kualitatif.” Jurnal Pro Hukum: Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, Vol. 13, No. 1, 2025.
[31] Tamba, Handika Syahputra dan Roida Nababan. “Peran Pengadilan Dalam Penyelesaian Tindak Pidana Anak (Diversi) Secara Litigasi Maupun Diversi.” Respublica: Jurnal Hukum, 2025.
[32] Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
[33] Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Sistem peradilan anak.
[34] Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
[35] United Nations Children’s Fund. Convention on the Rights of the Child. UNICEF, 2019.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












