Analisis Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penanganan Banjir melalui Sistem Drainase di Kota Medan

Authors

  • Meiyolanda Sormin Universitas Sumatera Utara Author
  • Victor Lumbanraja Universitas Sumatera Utara Author

DOI:

https://doi.org/10.69714/ve08f376

Keywords:

Collaborative Governance, Flood Management, Drainage System, Medan City

Abstract

Flooding is a problem that continues to occur in Medan City due to suboptimal drainage conditions, river sedimentation, massive development, and reduced water catchment land. Flood management cannot be carried out by one agency alone because it involves the authority of the central government, provincial governments, and city governments. Therefore, collaboration between governments is needed in handling floods through drainage systems. However, in its implementation, various obstacles are still found, such as weak coordination, differences in priorities between agencies, and the absence of a strongly integrated collaboration mechanism. This study aims to analyze the collaboration of the central and regional governments in handling floods through the drainage system in Medan City and to find out the factors that hinder this collaboration.

 

This study uses the collaborative governance theory of Ansell and Gash (2008) with indicators of initial conditions, facilitative leadership, institutional design, and collaborative processes. The research method used is a qualitative method. The data collection technique was carried out through interviews, observations, and documentation with informants from the Medan City Water Resources, Highways, and Construction Development, the Public Works and Spatial Planning Office of North Sumatra Province, the Sumatra II River Area Center, and flood-affected communities.

 

The results of the study show that collaboration between agencies has basically run through formal and informal communication, division of tasks according to authority, and the implementation of river and drainage normalization. The collaboration also resulted in several initial achievements, such as increasing water holding capacity and faster inundation in some areas. However, collaboration has not run optimally due to the absence of a joint Standard Operating Procedure (SOP) and Decree (SK), personnel change, weak documentation and knowledge transfer, differences in priorities between agencies, and low community participation. In addition, the results of flood management have not been fully felt by the community because floods still occur during heavy rains. Therefore, institutional strengthening, coordination, and community participation are needed so that collaboration in flood management can run more effectively and sustainably.

References

[1] Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal Of Public Administration Research and Theory, 18 (4) 543-571.

[2] Asmorowati, E. T., Rahmawati, A., Sarasanty, D., Kurniawan, A. A., Rudiyanto, M. A., Nadya, E., & Nugroho, M. W. (2021). Drainase Perkotaan. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.

[3] Bogdan dan Taylor. (1975). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remadja, Bandung.

[4] Candra, M., & MH, C. (2024). Birokrasi dan Good Governance. Prenada Media.

[5] Chourmain. (2008). Acuan Normatif Penelitian untuk Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta: Al-Haramain Publishing House.

[6] Dartiningsih, B. E. (2016). Gambaran Umum Lokasi, Subjek, Dan Objek Penelitian. Buku Pendamping Bimbingan Skripsi, 129, 135.

[7] Denhardt, JV., dan Robert B. Denhardt. (2003). The New Public Service: Serving, not Steering. London, England: M.E. Sharpe.

[8] Dwiyanto, A. (2021). Mewujudkan Good Governance melalui Pelayanan Publik. Ugm Press.

[9] Habibah, E. N., Sos, S., & Rumah, P. P. (2021). Collaborative Governance: Konsep & Praktik dalam Pengelolaan Bank Sampah. Penerbit Pustaka Rumah Cinta.

[10] Hadjon, M Philipus., dkk. (2008). Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

[11] Marto, S. (2021). Manajemen Pelayanan Publik. Yayasan kita menulis.

[12] Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit PT Remaja

[13] Rosdakarya Offset, Bandung.

[14] Moleong, L. J. (2010). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

[15] Ridwan, HR. (2007). Hukum Administrasi Negara. Jakarta, RajaGrafindo Persada.

[16] Silalahi, B., & Harahap, M. E. (2021). Penyebab potensi banjir di daerah aliran sungai Deli Kota Medan. Penerbit Adab.

[17] Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

[18] Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

[19] Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

[20] Usiono., Utami, T., Nasution, F., Nanda, M. (2018). Disaster Management Perspektif Kesehatan dan Kemanusiaan. Perdana Publishing, Medan.

[21] Wulandjani, H., Widiyahseno, B., Utomo, E. N., Megaster, T., Sudarmanto, E., Saleha, D., ... & Islam, N. (2025). Collaborative Governance. Penerbit Minhaj Pustaka Indonesia.

[22] Hidayatullah, M. A., Purnaweni, H., & Yuwono, T. (2023). Proses collaborative governance dalam penanganan banjir di Kota Semarang City. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 8(4), 276-285.

[23] Huxham, Chris. 2003. Theorizing collaboration practice. Public Management Review 5:401–23.

[24] Ibrahim, N. I., Berhitu, P. T., & Puturuhu, F. (2022). Evaluasi Sistem Drainase dalam Upaya Penanggulangan Banjir (Studi Kasus Kelurahan Honipopu Kota Ambon). Jurnal Geografi dan Pengajarannya, 20(2), 131-143.

[25] Imperial, Mark. (2005). Using collaboration as a governance strategy: Lessons from six watershed management programs. Administration & Society 37:281–320.

[26] Permana, S. A. (2018). Manajemen Bencana Oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis Di Wilayah Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis Oleh: Saraswati Ayudina Permana.

[27] Saidah, H., Nur, N. K., Rangan, P. R., Mukrim, M. I., Tamrin, T., Tumpu, M., & Sindagamanik, F. D. (2021). Drainase Perkotaan. Yayasan Kita Menulis.

[28] Sandu, Siyoto dan M. Ali Sodiq. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

[29] Sari, A. A., Sabilla, A. A., & Hertati, D. (2020). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Manajemen Bencana Banjir Di Kabupaten Gresik. Syntax Idea, 2(5), 21-35.

[30] Sihaloho, N. T. P. (2022). Collaborative Governance Dalam Penanggulangan Banjir Di Kota Medan. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hummanioramaniora, 6(1), 161.

[31] Soselisa, H. C., & Puturuhu, D. (2021). Penerapan Prinsip New Publik Service dalam Pelayanan STNK pada Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap. Public Policy (Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik & Bisnis), 2(2), 315-330.

[32] Vangen, Siv, and Chris Huxham. (2003). Enacting leadership for collaborative advantage: Dilemmas of ideology and pragmatism in the activities of partnership managers. British Journal of Management 14: S61–76.

[33] Wieber, E. P., Lovrich, N. P, & Gaffiney, M (2005). Collboration, Enforement, And Endangered Species: A Framework for Assessing Collaborative Problem-Sovling Capacity. Society And Natural Resources, 18 (8), 667-698.

[34] Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 28 Tahun 2023 tentang Tugas, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Utara.

[35] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan Umum.

[36] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.

[37] Peraturan Wali Kota Medan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan.

[38] Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

[39] Badan Nasional Penanggulangan Bencana. https://bnpb.go.id/berita/sebanyak-3-267-rumah-warga-kota-medan-terendam-banjir-hingga-satu-meter (diakses pada 03 Desember 2025)

[40] Badan Nasional Penanggulangan Bencana. https://www.bnpb.go.id/ (diakses pada 03 Desember 2025)

[41] Detik.com.https://www.detik.com/sumut/berita/d-8223659/64-426-meter-drainase-di-medan-dibersihkan-warga-belum-menyeluruh (diakses pada 27 Desember 2025)

[42] IniMedanbung.com.https://www.inimedanbung.com/lingkungan-hidup/kota-medan-deli-serdang-dikepung-banjir-dprd-sumut-pertanyakan-fungsi-bendungan-lau-simeme/47522/ (diakses pada 27 Desember 2025)

[43] Kompas.com.https://medan.kompas.com/read/2024/11/29/074058678/banjir-di-medan-meluas-10-kecamatan-terendam-akibat-luapan-3-sungai (diakses pada 28 November 2025)

[44] Kompas.com.https://medan.kompas.com/read/2025/10/20/190637778/persoalan-banjir-di-medan-banyak-drainase-tak-terhubung-ke-sungai?page=all (diakses pada 27 November 2025)

[45] Portal Pemerintah Kota Medan. https://portal.medan.go.id/berita/percepatan-penanganan-banjir-di-bulan-agustus-dinas-pu-kota-medan-normalisasi-drainase-sepanjang-21830-meter__read2073.html (diakses pada 28 Desember 2025)

[46] Portal Pemerintah Kota Medan. https://portal.medan.go.id/berita/januari-juli-2023-16621-meter-drainase-di-medan-dibenahi__read3406.html (diakses pada 28 Desember 2025)

[47] Portal Pemerintah Kota Medan. https://portal.medan.go.id/berita/banjir-medan-85591-warga-mengungsi-di-305-lokasi-pemko-medan-fokus-evakuasi-dan-logistik-pengungsi__read5761.html (diakses pada 28 Desember 2025)

Downloads

Published

2026-08-04

How to Cite

Analisis Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penanganan Banjir melalui Sistem Drainase di Kota Medan (Meiyolanda Sormin & Victor Lumbanraja, Trans.). (2026). Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 3(4), 213-221. https://doi.org/10.69714/ve08f376