PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP LINGKUNGAN DARI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA BERDASARKAN PRINSIP SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS)

Authors

  • Raditya Dzaky Nurseha Universitas Negeri Semarang Author
  • Akmal Bagas Athallah Universitas Negeri Semarang Author
  • Jessica Tiara Rachel Tiyaroh Universitas Negeri Semarang Author
  • Raya Nurfadjriah Ramadhani Universitas Negeri Semarang Author
  • Muhammad Adymas Hikal Fikri Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.69714/4hcjdt05

Keywords:

Legal Protection, Environment, Climate Change, SDGs, Sustainable Development

Abstract

Climate change represents one of the most pressing environmental challenges facing Indonesia today. Its consequences extend beyond ecological dimensions, encompassing complex legal, social, and economic implications. This research aims to analyze the extent to which Indonesian positive law provides legal protection to the environment against the impacts of climate change, and to examine how such a legal framework aligns with the principles of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 13 on climate action. The findings reveal that although Indonesia has established a comprehensive legal framework — including Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management, the ratification of the Paris Agreement through Law No. 16 of 2016, and various implementing regulations — its enforcement and implementation continue to face considerable obstacles. Synchronization between national regulations and international commitments such as the SDGs and Nationally Determined Contributions (NDC) remains suboptimal, largely due to weak institutional capacity, overlapping authority, and prevailing economic interests. This study underscores the urgent need to strengthen environmental law in a manner that upholds sustainable development principles, intergenerational equity, and the integration of climate justice into Indonesia's judicial system.

References

[1] Y. Adharani, “Penaatan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada Pembangunan Infrastruktur dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (Studi Kasus Pembangunan PLTU II di Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon),” PADJADJARAN JURNAL ILMU HUKUM (JOURNAL OF LAW), vol. 4, no. 1, pp. 61–83, 2017, [Online]. Available: https://jurnal.unpad.ac.id/pjih/article/view/11690 (visited on Sep. 14, 2025).

[2] Indonesia, Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia, 2004. Indonesia, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, 2020.

[3] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Regulasi Dan Kebijakan Penegakan Hukum Lingkungan Di Indonesia, 2024.

[4] K. Kristiawanto, Memahami Penelitian Hukum Normatif. Prenada Media, Nov. 1, 2022.

[5] Y. Kurniaty et al., “Sosialisasi Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 Di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang,” Varia Justicia, vol. 5, no. 1, pp. 40–44, Jul. 30, 2024, doi: 10.31603/bjls.v5i1.11964.

[6] R. B. Naibaho and S. P. Berutu, “Analisis Peran Jaksa Dalam Penuntutan Kasus Pidana Lingkungan Di Indonesia,” SUPREMASI: Jurnal Hukum, vol. 7, no. 2, pp. 141–159, Jun. 19, 2025, [Online]. Available: https://jurnal.usahid.ac.id/hukum/article/view/2916 (visited on Sep. 15, 2025).

[7] I. Nurlinda, “Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Dampaknya Terhadap Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia,” Bina Hukum Lingkungan, vol. 1, no. 1, pp. 1–9, Oct. 24, 2016, doi: 10.24970/jbhl.v1n1.1.

[8] S. M. Pratama, M. M. Putri, and M. Hafiz, “Pembakaran Hutan Sebagai Tindak Pidana Lingkungan: Analisis Dalam Prespektif Hak Asasi,” Jurnal Analisis Hukum, vol. 5, no. 1, pp. 1–13, Apr. 25, 2022, doi: 10.38043/jah.v5i1.3157.

[9] G. P. Rahman and I. Triadi, “Penegakan Hukum Lingkungan (Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang),” Jurnal Relasi Publik, vol. 2, no. 2, pp. 21–34, May 2, 2024, doi: 10.59581/jrp-widyakarya.v2i2.3080.

[10] A. A. G. D. H. Santosa, “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Terhadap Pencemaran Lingkungan (Suatu Perbandingan UUPPLH Dengan Omnibus Law Kluster Lingkungan Hidup),” Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), vol. 7, no. 1, pp. 336–344, Feb. 17, 2021, doi: 10.23887/jkh.v7i1.31738.

[11] T. Wibowo, “Teknologi Dan Inovasi Dalam Penegakan Hukum Lingkungan: Studi Kasus Di Indonesia,” Jurnal Technology dan Lingkungan, vol. 15, no. 4, pp. 89–104, 2023.

[12] G. Widjaja, “Law Enforcement Role in the Management of Sustainable Natural Resources,” Journal of Ecohumanism, vol. 3, no. 3, pp. 388–398, Jun. 21, 2024, doi: 10.62754/joe.v3i3.3348.

[13] E. Yunita et al., “Analisis Penegakan Hukum Pidana Bagi Pelaku Pencemaran Lingkungan Hidup: Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Lingkungan Hidup,” Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, vol. 1, no. 3, pp. 102–120, May 24, 2024, doi: 10.62383/demokrasi.v1i3.257.

[14] R. Apriliani, N. M. Ihsan, P. Studi, I. Hukum, and U. U. T. Umar, “Dinamika hukum perlindungan lingkungan hidup: Tantangan dan inovasi dalam penegakan hukum,” Jurnal Metrum, vol. 2, no. 2, pp. 77–89, 2024.

[15] F. Ardiansyah, “Tantangan pengawasan dan penegakan hukum lingkungan hidup dalam implementasi Undang-Undang Cipta Kerja,” Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro, vol. 2, no. 2, pp. 15–21, 2020.

[16] M. Fahruddin, “Penegakan hukum lingkungan di Indonesia dalam perspektif Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” Jurnal Ilmiah Raad Kertha, vol. 7, no. 2, pp. 28–33, 2024.

[17] A. Fatanen, “Eksistensi kewenangan daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasca diterbitkannya Undang-Undang Cipta Kerja,” Khazanah Hukum, vol. 3, no. 1, pp. 1–7, 2021.

[18] J. T. Hutahaean, M. Asbari, and F. Nurwanto, “Urgensi sadar lingkungan di era teknologi,” Journal of Information Systems and Management (JISMA), vol. 2, no. 6, pp. 47–49, 2023.

[19] I. W. Andin, M. D. Evantrino, and R. P. Pertiwi, “Eksistensi penegakan hukum lingkungan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, vol. 3, no. 3, pp. 294–308, 2024.

[20] N. Mubarok, “Keadilan hukum dalam penyelesaian sengketa lingkungan hidup di Indonesia,” Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam, vol. 10, no. 2, pp. 336–368, 2020.

[21] M. Nusalawo, V. J. Sedubun, and E. S. Holle, “Kewenangan pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap lingkungan hidup,” Tatohi Jurnal Ilmu Hukum, vol. 2, no. 7, pp. 739–756, 2022.

[22] B. Parsaulian, “Analisis kebijakan dalam upaya penegakan hukum lingkungan hidup di Indonesia,” Jurnal Reformasi Administrasi, vol. 7, no. 1, pp. 56–62, 2020.

[23] D. A. Prasetiyo and W. Awiati, “Transformasi kedudukan Bapedal sebagai kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” UNES Law Review, vol. 6, no. 1, pp. 3035–3046, 2023.

[24] I. N. Putra and A. Hakim, “Analisa peluang dan ancaman keamanan maritim Indonesia sebagai dampak perkembangan lingkungan strategis,” Asro Jurnal-STTAL, vol. 6, p. 22, 2016.

[25] Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

[26] Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

[27] Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.

[28] E. Yuntho, Penegakan hukum lingkungan pasca Undang-Undang Cipta Kerja. Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), 2021.

[29] A. N. Annisa, M. Riza, A. Yunus, A. M. Anas, I. Idris, and I. F. Hidayat, “Kebijakan komplain hijau: Strategi pemulihan lingkungan berbasis citizen lawsuit,” Paulus Law Journal, vol. 5, no. 2, pp. 125–136, 2024.

[30] H. Antarissubhi et al., Krisis iklim global di Indonesia (Dampak dan tantangan). Tohar Media, 2023.

[31] N. W. Bhamatika, N. N. Hidayat, S. Y. Putri, A. K. Dewi, U. Kamal, and M. A. H. Fikri, “Dari regulasi ke implementasi: Problematika pengawasan dalam menghadapi ancaman lingkungan hidup di Indonesia,” PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, vol. 4, no. 4, pp. 5248–5259, 2025.

[32] Brundtland Commission, Our Common Future. Oxford University Press, 1987.

[33] F. Chandra, Hukum lingkungan. Meja Ilmiah Publikasi, 2024.

[34] J. W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 4th ed. SAGE Publications, 2014.

[35] D. Suhariyanto et al., Hukum perlindungan lingkungan: Menegakkan keadilan ekologis. PT. Nawala Gama Education, 2025.

[36] M. Fadli and M. Lutfi, Hukum dan kebijakan lingkungan. Universitas Brawijaya Press, 2016.

[37] Forest Watch Indonesia, Laporan Status Hutan Indonesia 2021. Bogor: FWI, 2021.

[38] H. Hadi, Hukum lingkungan dan penegakannya di Indonesia. Rajawali Pers, 2018.

[39] IQAir, IQAir World Air Quality Report 2023, 2023.

[40] A. D. Januari, N. Rusdayanti, S. Kardian, and S. Shara, “Urbanisasi Jakarta dan dampaknya terhadap sosial ekonomi dan lingkungan,” Sustainable Transportation and Urban Mobility, vol. 1, no. 1, 2024.

[41] D. P. Jonaidi and A. G. Wibisana, “Landasan doktriner hak gugat pemerintah terhadap kerugian lingkungan hidup di Indonesia,” Jurnal Bina Mulia Hukum, vol. 5, no. 1, pp. 156–175, 2020.

[42] O. A. Johar, “Realitas permasalahan penegakan hukum lingkungan di Indonesia,” Jurnal Ilmu Lingkungan, vol. 15, no. 1, pp. 54–65, 2021.

[43] Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Laporan Tahunan Sistem Perizinan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko Tahun 2024. Jakarta: BKPM, 2024.

[44] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Laporan Kinerja Penegakan Hukum Lingkungan Tahun 2024. Jakarta: Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2024.

[45] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia 2025. Jakarta: KLHK, 2025.

[46] K. Krippendorff, Content Analysis: An Introduction to Its Methodology, 4th ed. SAGE Publications, 2019.

[47] F. Mangunjaya, Mempertahankan keseimbangan: Perubahan iklim, keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, dan etika agama. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2015.

[48] S. O. Manullang, “Eksistensi citizen lawsuit dalam upaya penegakan aturan lingkungan hidup,” Bina Hukum Lingkungan, vol. 7, no. 3, pp. 353–373, 2023.

[49] M. H. Melo, F. Moko, and S. E. Saleh, “Tantangan pembangunan sumber daya alam di Indonesia: Dampak lingkungan dan ekonomi dalam pencapaian keberlanjutan,” Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi, vol. 3, no. 2, pp. 149–154, 2024.

[50] Organisation for Economic Co-operation and Development, Environmental Performance Review: Indonesia 2022. OECD Publishing, 2022.

[51] R. Parmawati, Ecology, economy, equity: Sebuah upaya penyeimbangan ekologi dan ekonomi. Universitas Brawijaya Press, 2018.

[52] B. Pranoto and Y. Nugroho, “Kelembagaan dan tantangan penegakan hukum lingkungan di Indonesia,” Jurnal Hukum dan Pembangunan, vol. 50, no. 3, pp. 427–445, 2020.

[53] E. K. Purwendah, “Perlindungan lingkungan dalam perspektif prinsip kehati-hatian (precautionary principle),” Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. 1, no. 2, pp. 82–94, 2019.

[54] R. M. Rachman et al., Sistem pengelolaan lingkungan terpadu di wilayah perkotaan. ARSY MEDIA, 2025.

[55] S. Rangkuti, Hukum lingkungan dan kebijakan lingkungan nasional. Airlangga University Press, 2017.

[56] Y. B. Runtunuwu, “Analisis kebijakan dan penegakan hukum lingkungan hidup di negara-negara ASEAN: Implikasi terhadap akses keadilan dan keberlanjutan lingkungan,” Collaborative: Journal of Community Service, vol. 1, no. 2, pp. 62–76, 2025.

[57] D. Satriana, N. Ananda, and N. Tsarwa, “Menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan melalui analisis tantangan dan peluang green financing di Indonesia,” Asian Legal Reform Journal, vol. 5, no. 1, pp. 1–23, 2024.

[58] U. Sholahudin, “Pembangunan, ketimpangan sosial, dan kebutuhan hukumnya: Menuju penegakan hukum yang berkeadilan,” Al’Adalah, vol. 20, no. 2, 2019.

[59] M. Tampubolon, “The impact of CO2 emissions in Indonesia's construction industry: A human development perspective,” 2025.

[60] Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28H ayat (1).

[61] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

[62] United Nations Environment Programme, Global Environment Outlook 6: Healthy Planet, Healthy People. Nairobi: UNEP, 2021.

[63] A. G. Wibisana, “Prinsip-prinsip hukum lingkungan,” Jurnal Hukum dan Pembangunan, vol. 43, no. 1, 2014.

[64] M. N. U. Zaman, “Citizen lawsuit: Perkembangan dan penerapannya dalam penegakan hukum lingkungan di Indonesia (Studi kasus: Putusan Banding Nomor 549/Pdt/2022/PT DKI tentang gugatan warga atas pencemaran udara DKI Jakarta),” 2023.

[65] M. Drumbl, “Actors and Law-Making in International Environmental Law,” Washington & Lee Public Legal Studies Research Paper Series, SSRN Paper, Accessed: Apr. 25, 2012.

[66] P.-M. Dupuy, “Soft Law and the International Law of the Environment,” Michigan Journal of International Law, vol. 12, 1991.

[67] T. L. Friedman, The World is Flat: Sejarah Singkat Abad ke-21, I. Jakarta: Dian Rakyat, 2006.

[68] J. E. Gersen and E. A. Posner, “Soft Law,” Stanford Law Review, Forthcoming; University of Chicago Public Law and Legal Theory Working Paper No. 213, SSRN Working Paper, Accessed: May 20, 2012.

[69] A. Giddens, The Third Way: The Renewal of Social Democracy (Jalan Ketiga: Pembaruan Demokrasi Sosial, trans. K. A. Mahardika). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999.

[70] A. T. Guzman and T. L. Meyer, “International Soft Law,” Journal of Legal Analysis, vol. 2, no. 1, Spring Edition, 2010.

[71] Harjono, Politik Hukum Perjanjian Internasional. Surabaya: Bina Ilmu, 1999.

[72] M. Muhdar, “Eksistensi polluter pays principle dalam pengaturan hukum lingkungan di Indonesia,” Mimbar Hukum, vol. 21, no. 1, Feb. 2009.

[73] L. Paradell-Trius, “Principles of International Environmental Law: An Overview,” Review of European Community & International Environmental Law, vol. 9, no. 2, 2000.

[74] P. Sands, Principles of International Environmental Law, 2nd ed. Cambridge: Cambridge University Press, 2003.

[75] N. Schrijver, Sovereignty over Natural Resources. Cambridge: Cambridge University Press, 1997.

[76] G. C. Shaffer and M. A. Pollack, “Hard versus Soft Law in International Security,” Boston College Law Review, vol. 52, 2011.

[77] J. Stratton, “International Environmental Law,” in International Law, C. Hammer, Ed. Sydney: Legal Information Access Centre, 2009.

[78] S. Wijoyo, Refleksi matarantai pengaturan hukum pengelolaan lingkungan secara terpadu. Surabaya: Airlangga University Press, 2005.

[79] F. Heryanti and S. G., “Tinjauan hukum Undang-Undang Pengelolaan Sampah terhadap pencemaran lingkungan,” Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 2023.

[80] G. P. Damayanti and R. W., “Pengelolaan sampah melalui PLTSa di Indonesia untuk mewujudkan net zero emission,” Jurnal Hukum dan Keadilan, 2023.

[81] K. Rustan and A. A., “Penerapan gaya hidup zero waste sebagai upaya penyelamatan lingkungan di Indonesia,” Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 2023.

[82] M. N. A.-H. Kasuma and F. A., “Kepastian hukum kebijakan extended producer responsibility di Indonesia bagi produsen penghasil sampah,” OJS UPH, 2024.

[83] G. M. Putra, Konsep zero waste skala rumah tangga lingkungan perumahan. Pelita Kota, 2021.

[84] P. Putranto, “Prinsip 3R: Solusi efektif untuk mengelola sampah rumah tangga,” Journal of Social Science Research, 2023.

[85] R. D. Novianti and Y. S., “Mengenal konsep zero waste: Mengurangi, mendaur ulang, dan mengelola sampah dengan bijak,” Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi, 2023.

[86] S. C. Lestari and H. A., “Kebijakan pengelolaan sampah nasional: Analisis pendorong food waste di tingkat rumah tangga,” Jurnal Good Governance, 2022.

[87] S. Andini and A. S., “Strategi pengolahan sampah dan penerapan zero waste di lingkungan Kampus STKIP Kusuma Negara,” Jurnal Citizenship Virtues, 2022.

[88] M. Erwin, Hukum lingkungan dalam sistem kebijaksanaan pembangunan lingkungan hidup. Bandung: Refika Aditama, 2008.

[89] K. Hardjasoemantri, Hukum tata lingkungan, 5th ed., 10th print. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1993.

[90] L. Marpaung, Tindak pidana lingkungan hidup dan masalah persepsinya, 1st print. Jakarta: Sinar Grafika, 1997.

[91] D. Silalahi, Hukum lingkungan dalam sistem penegakan hukum lingkungan Indonesia, 2nd print. Bandung: Alumni, 1996.

[92] N. Suparni, Pelestarian, pengelolaan dan penegakan hukum lingkungan. Jakarta: Sinar Grafika, 1994.

[93] P. Atmosudirjo, Hukum administrasi negara. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988.

[94] M. Akib, Penegakan hukum lingkungan dalam perspektif holistik-ekologis. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015.

[95] K. Hardjasoemantri, Hukum tata lingkungan, 8th ed. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2012.

[96] J. Ibrahim, Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia, 2007.

[97] S. Machmud, Problematika penerapan delik formil dalam perspektif penegakan hukum pidana lingkungan di Indonesia (Fungsionalisasi asas ultimum remedium sebagai pengganti asas subsidiaritas). Bandung: Mandar Maju, 2012.

[98] P. M. Marzuki, Penelitian hukum. Jakarta: Kencana, 2007.

[99] J. O’Brien, International law. London: Cavendish Publishing Limited, 2001.

[100] C. Raffensperger and J. Tickner, Eds., Protecting public health and the environment: Implementing the precautionary principle. Washington DC: Island Press, 1999.

[101] S. S. Rangkuti, Hukum lingkungan dan kebijaksanaan lingkungan nasional. Surabaya: Airlangga University Press, 2005.

[102] A. Redi, Hukum sumber daya alam dalam sektor kehutanan. Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

[103] M. R. Saleh, “Lingkungan hidup untuk kehidupan tidak untuk pembangunan,” in Hak atas lingkungan hidup (Sebuah kajian prinsip-prinsip HAM dalam instrumen nasional). Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, 2005.

[104] N. de Sadeleer, Environmental principles: From political slogans to legal rules. Oxford: Oxford University Press, 2002.

[105] S. Soekanto and S. Mamudji, Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006.

[106] L. M. Syarif, Maskun, and B. Latief, “Evolusi kebijakan dan prinsip-prinsip lingkungan global,” in Hukum lingkungan: Teori, legislasi dan studi kasus, L. M. Syarif, Ed. Jakarta: USAID, 2010.

[107] B. Bimantara et al., “Penyidikan tindak pidana lingkungan hidup melalui penerapan asas ultimum remedium dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, vol. 2, no. 2, 2021.

[108] C. Hitchcock, “Prevention, preemption, and the principle of sufficient reason,” The Philosophical Review, vol. 116, no. 4, 2007.

[109] L. Hardjaloka, “Ketetapan hakim dalam penerapan precautionary principle sebagai ius cogen dalam kasus Gunung Mandalwangi,” Jurnal Yudisial, vol. 5, no. 2, 2012.

[110] E. Latifah, “Precautionary principle sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan publik,” Yustisia, vol. 5, no. 2, 2016.

[111] B. Lewis, “Environmental rights or a right to the environment? Exploring the nexus between human rights and environmental protection,” Macquarie Journal of International and Comparative Environmental Law, 2012.

[112] I. F. Raharja, “Penegakan hukum sanksi administrasi terhadap pelanggaran perizinan,” Jurnal Inovatif, vol. 7, no. 2, 2014.

[113] J. A. Tickner and K. Geiser, “The precautionary principle stimulus for solutions- and alternatives-based environmental policy,” Environmental Impact Assessment Review, vol. 24, 2004.

[114] M. B. Ulum and D. A. Farizi, “Implementasi dan implikasi putusan MK terhadap hak konstitusional warga negara Indonesia,” Jurnal Konstitusi, vol. 6, no. 3, 2009.

[115] A. G. Wibisana, “Konstitusi hijau Prancis: Komentar atas asas kehati-hatian dalam Piagam Lingkungan Perancis 2004,” Jurnal Konstitusi, vol. 8, no. 3, 2011.

[116] A. Afrizal and Mashur, “Kebijakan hutan Indonesia era Joko Widodo sebagai implementasi Paris Agreement,” Jurnal Kebijakan Publik, vol. 9, no. 2, pp. 97–104, 2018.

[117] “Agreement: Transformasi,” Conference of the Parties/COP 21 Paris, Doctoral dissertation, Universitas Bosowa, vol. 1, no. 34.

[118] H. Assidiq and S. N. Bachril, “Conflict of norms in Indonesia’s sustainable development policy: Mineral and coal mining sector,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 724, no. 1, p. 012089, Apr. 2021: IOP Publishing.

[119] BAB I. Nations Framework Convention on Climate Change/COP 21 UNFCCC (Sidang Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim ke-21). Paris, 2015.

[120] Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Strategi implementasi NDC. KLHK, 2017.

[121] K. F. Karim, “Tanggung jawab negara terhadap target 2 Goal 13 (climate action) untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” 2019.

[122] P. Marbun, “Kepentingan Indonesia dalam meratifikasi Perjanjian Paris,” Jurnal PIR: Power in International Relations, vol. 2, no. 2, pp. 161–178, 2018.

[123] W. R. Milaty, “Peran Indonesia pada Conference of the Parties (COP) 21 di Paris tahun 2015 mengenai pengurangan gas rumah kaca,” 2017.

[124] R. Miranti, G. Widhiyoga, and H. Haqqi, “Analisis pembangunan berkelanjutan terhadap kebijakan perubahan iklim Indonesia sebagai upaya mengakomodasi Paris Agreement,” 2019.

[125] S. Nurbaya Ali, “Analisis komitmen Indonesia terkait implementasi Paris Agreement pada COP,” 2018.

[126] S. Panuluh and M. R. Fitri, “Perkembangan pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia,” Briefing Paper, vol. 2, pp. 1–25, 2016.

[127] “Pengurangan Gas Rumah Kaca,” Doctoral dissertation, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

[128] H. Siraj, “Indonesian policy in ratifying the 2015 Paris Agreement,” Global: Jurnal Politik Internasional, vol. 21, no. 1, pp. 70–100, 2019.

[129] A. P. Siregar, “Kepentingan Indonesia dalam meratifikasi Perjanjian Paris sebagai bagian dari rezim internasional (The interest of Indonesia in ratifying the Paris Agreement as a part of international regime),” Doctoral dissertation, Universitas Pelita Harapan, 2020.

[130] S. Wijoyo, B. O. Abrianto, P. Thalib, W. Prihatiningtyas, and F. N. Amalia, “The effectiveness of Paris Agreement regime in control global warming in the field of food security in Indonesia,” 2018.

[131] D. Windhyswara, “Alasan pemerintah Indonesia meratifikasi Paris Climate Agreement tahun 2016,” eJournal Ilmu Hubungan Internasional, vol. 6, no. 4, 2018.

[132] Zainuddin Ali, Metode penelitian hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2015.

[133] D. B. Budisafitri, E. A. Al Iyad, and N. H. Audica, “Regulasi hukum lingkungan dalam pencemaran limbah industri di Sungai Citarum: Kepatuhan industri dan dampaknya pada lingkungan,” Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, vol. 1, no. 3, pp. 48–58, 2024.

[134] M. E. Darma and A. Redi, “Penerapan asas polluter pays principle dan strict liability terhadap pelaku pembakaran hutan,” Jurnal Hukum Adigama, vol. 1, no. 1, pp. 1–27, 2018.

[135] H. Y. Fitriani and D. B. Kharisma, “Pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup berdasarkan asas strict liability,” Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, vol. 8, no. 2, p. 69, 2021.

[136] P. Hanum, R. I. Pratiwi, I. D. I. Utama, Y. Muslim, and M. I. F. Rahayu, “The principle of strict liability in legal responsibility for environmental pollution: A conceptual analysis,” International Journal of Educational Research & Social Sciences, vol. 6, no. 3, p. 259, 2025.

[137] P. Hanum et al., Op.Cit., p. 259.

[138] Indonesian Center for Environmental Law, Evaluasi Implementasi PP 22/2021, 2022.

[139] Indonesia, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

[140] Indonesia, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

[141] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Profil Limbah B3 Indonesia. Direktorat Pengelolaan Limbah B3, 2021.

[142] L. M. Syarif and A. G. Wibisana, Hukum lingkungan: Teori, legislasi dan studi kasus. Jakarta: Erlangga, 2014.

[143] J. I. Manik and M. I. I. Rambe, “Implementasi prinsip-prinsip hukum lingkungan dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia,” INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, vol. 4, no. 4, pp. 8220–8229, 2024.

[144] P. M. Marzuki, Penelitian hukum. Jakarta: Kencana, 2015.

[145] M. A. Santosa, “Judicial activism in environmental litigation,” Jurnal Hukum Lingkungan, 2023.

[146] M. Muhdar, “Eksistensi polluter pays principle dalam pengaturan hukum lingkungan di Indonesia,” Jurnal Mimbar Hukum, vol. 21, no. 1, pp. 37–45, 2012.

[147] A. K. Ngala, “Sanksi administratif dalam hukum lingkungan menurut UU No. 32 Tahun 2009,” Lex Crimen, vol. 7, no. 1, p. 39, 2018.

[148] V. P. Ningrum and M. I. F. Rahayu, “Pelaksanaan penegakan hukum lingkungan secara perdata dalam kasus pencemaran sungai oleh aktivitas industri,” Jurnal Pendidikan Indonesia, vol. 5, no. 12, p. 1609, 2024.

[149] N. Y. Nurlaily and Supriyo, “Pertanggungjawaban korporasi dalam kasus pencemaran lingkungan hidup,” Media of Law and Sharia, vol. 3, no. 3, p. 259, 2022.

[150] A. M. K. Panambunan, “Penerapan sanksi administratif dalam penegakan hukum lingkungan di Indonesia,” Lex Administratum, vol. 4, no. 2, p. 94, 2016.

[151] T. A. H. Pratama, M. Ali, and Fadil, “Korporasi sebagai subyek hukum dalam tindak pidana lingkungan hidup,” AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, vol. 5, no. 1, p. 617, 2023.

[152] E. K. Purwendah, “Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dalam pencemaran minyak akibat kecelakaan kapal tanker,” Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. 2, no. 1, p. 12, 2020.

[153] D. M. Putra, “Kontribusi industri tekstil dalam penggunaan bahan berbahaya dan beracun terhadap rusaknya Sungai Citarum,” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, vol. 3, no. 1, pp. 133–152, 2017.

[154] H. A. Simarmata, “Environmental compliance and monitoring in Indonesia,” Jurnal Green Law, 2021.

[155] K. Subyakto, “Azas ultimum remedium atau primum remedium dalam tindak pidana lingkungan hidup,” Jurnal Pembaharuan Hukum, vol. 2, no. 2, p. 211, 2015.

[156] M. S. W. Sumardjono, “Perizinan berbasis risiko dan tantangan pengawasan lingkungan,” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 2022.

[157] Mahkamah Agung Republik Indonesia, Naskah Akademik PERMA No. 1/2023 tentang Lingkungan Hidup, 2023.

[158] R. A. Wicaksono, “PT BWM didenda Rp11 miIiar oleh MA karena cemari Sungai Citarum,” Betahita.id, Accessed: Oct. 23, 2023.

[159] Y. Prastowo, “Instrumen AMDAL dalam hukum lingkungan Indonesia,” Jurnal Hukum & Pembangunan UI, 2020.

[160] D. D. Abdulovna, “Advancing criminal justice reform through restorative justice: A narrative review,” Sinergi International Journal of Law, vol. 2, no. 4, pp. 274–285, 2024, doi: [Sinergi International Journal of Law].

[161] S. Adam, “Law enforcement of fisheries crimes based on the criminal justice system,” Research on Humanities and Social Sciences, vol. 9, no. 13, pp. 52–63, 2019, doi: [Research on Humanities and Social Sciences].

[162] A. Adhari, Pujiyono, Sidharta, and I. S. Aprilia, “The ultimum remedium principal formulation policy is partial in nature to corporate criminality in Indonesia,” Indonesia Law Review, vol. 14, no. 1, p. 23, 2024, doi: [Indonesia Law Review].

[163] M. Aditya Wijaya and A. I. Dzaki, “Corporate criminal liability on environmental law: Indonesia and Australia,” Mulawarman Law Review, vol. 8, no. 2, pp. 16–28, 2023, doi: [Mulawarman Law Review].

[164] Mahrus Ali and M. A. Setiawan, “Penal proportionality in environmental legislation of Indonesia,” Cogent Social Sciences, vol. 8, no. 1, pp. 17–22, 2022, doi: [Cogent Social Sciences].

[165] Mahrus Ali, R. Wahanisa, J. Barkhuizen, and P. Teeraphan, “Protecting environment through criminal sanction aggravation,” Journal of Indonesian Legal Studies, vol. 7, 2022, doi: [Journal of Indonesian Legal Studies].

[166] M. Alshible, H. Abu Issa, and T. Al-Billeh, “The extent of considering environmental crimes as a manifestation of economic crimes,” Journal of Environmental Management and Tourism, vol. 7, no. 4, pp. 23–31, 2023, doi: [Journal of Environmental Management and Tourism].

[167] A. Anggraeni, “Penal mediation as alternative dispute resolution: A criminal law reform in Indonesia,” Journal of Law and Legal Reform, vol. 1, no. 2, p. 372, 2020, doi: [Journal of Law and Legal Reform].

[168] R. Arifin, A. Masyhar, B. Sumardiana, D. P. Ramada, U. Kamal, and S. Fikri, “Indonesian sustainable development policy: How the government ensures the environment for future generations,” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 1355, no. 1, p. 1, 2024, doi: [IOP Conference Series].

[169] Ridwan Arifin and S. H. Idris, “In dubio pro natura: In doubt, should the environment be a priority? A discourse of environmental justice in Indonesia,” Jambe Law Journal, vol. 6, no. 2, pp. 143–184, 2023, doi: [Jambe Law Journal].

[170] J. Bou Dib, V. V. Krishna, Z. Alamsyah, and M. Qaim, “Land-use change and livelihoods of non-farm households: The role of income from employment in oil palm and rubber in rural Indonesia,” Land Use Policy, vol. 76, p. 828, 2018, doi: [Land Use Policy].

[171] F. Farahwati, “Study of criminal sanctions for environmental pollution and/or damage,” International Journal of Social Science Research and Review, vol. 6, no. 12, pp. 83–95, 2023, doi: [IJSSRR].

[172] M. S. Fatmawati and A. C. Dubey, “Defamation in the new criminal code: A review of substantive justice,” Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, vol. 11, no. 3, pp. 465–480, 2023, doi: [Jurnal IUS].

[173] M. A. A. Fikri, “Implementation of strict liability by companies in cases of environmental damage in Indonesia: An overview of state administrative law in Indonesia,” Indonesian State Law Review (ISLRev), vol. 5, no. 2, p. 43, 2022, doi: [ISLRev].

[174] S. N. Fitriyani, L. R. Wardah, and A. Rayhan, “Analysis of the application of spatial planning principles in the regional spatial plan (RTRW) of Lebak District towards mining activities in the Gunung Liman area,” PIJAR PUSPITUR: International Journal of Academic Research, vol. 1, no. 1, pp. 29–38, 2024.

[175] K. M. Gabehart, A. H. Fullerton, and C. H. Stefes, “Policy feedback and the enforcement of international wildlife treaties in Germany,” European Policy Analysis, vol. 10, no. 1, pp. 10–38, 2024, doi: [European Policy Analysis].

[176] V. Garcia, “The enforcement of restorative justice in Indonesian criminal law,” Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, vol. 28, no. 1, pp. 22–35, 2020, doi: [Legality].

[177] M. Held, “The rule of law in spatial planning and building,” EU and Comparative Law Issues and Challenges Series (ECLIC), vol. 8, pp. 239–253, 2024, doi: [ECLIC].

[178] B. O. Ilo and A. F. Imosemi, “Prospect and challenges of criminal procedures in Nigeria: A review,” Unnes Law Journal, vol. 8, no. 2, p. 306, 2022, doi: [Unnes Law Journal].

[179] Irwansyah, Penelitian hukum, pilihan metode & praktik penulisan artikel. Yogyakarta: Mirra Buana Media, 2021.

[180] A. Karyatin and O. Sinaga, “Analysis of the implementation of restorative justice by the prosecutor’s office of the Republic of Indonesia in the framework of the direction of criminal law political reform in Indonesia,” Journal of Law, Social Science and Humanities, vol. 2, no. 1, pp. 153–171, 2024.

[181] J. Keenan, D. Kemp, and J. Owen, “Corporate responsibility and the social risk of new mining technologies,” Corporate Social Responsibility and Environmental Management, vol. 26, no. 4, pp. 752–760, 2019, doi: [CSR and Environmental Management].

[182] N. Khaidar, D. B. Nurrahman, and T. A. Z. Mubarak, “The effectiveness of administrative sanctions against environmental pollution cases in Indonesia,” Indonesia Journal of Environmental Law and Sustainable Development, vol. 2, no. 2, p. 6, 2023, doi: [IJELSD].

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP LINGKUNGAN DARI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA BERDASARKAN PRINSIP SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) (Raditya Dzaky Nurseha, Akmal Bagas Athallah, Jessica Tiara Rachel Tiyaroh, Raya Nurfadjriah Ramadhani, & Muhammad Adymas Hikal Fikri, Trans.). (2026). Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 3(3), 97-113. https://doi.org/10.69714/4hcjdt05